A Fast Buy 29 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat di RS Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta menyebabkan puluhan korban luka yang kini dirawat di dua rumah sakit rujukan utama, RSIJ Cempaka Putih dan RS Yarsi. Data terbaru menunjukkan 33 pasien sempat ditangani di RSIJ Cempaka Putih.
Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo, menjelaskan bahwa hingga Jumat (7/11/2025) malam, lima pasien dalam kondisi berat menjalani operasi. Tim dokter spesialis bedah dan anestesi menangani pasien dengan prioritas tinggi.
“Beberapa pasien luka ringan sudah dibolehkan pulang, sementara pasien dengan kondisi sedang telah dipindahkan ke ruang perawatan,” kata dr. Pradono melalui akun resmi RSIJ, Sabtu (8/11/2025).
Hingga Sabtu dini hari, posko darurat Polri mencatat masih ada 14 korban ledakan yang menjalani rawat inap di RSIJ Cempaka Putih. Pihak rumah sakit belum merilis identitas para pasien tersebut, termasuk sosok yang diduga menjadi pelaku ledakan dan kini disebut sedang dirawat.
dr. Pradono berharap seluruh korban dapat segera pulih. “Kami mengajak semua pihak mendoakan agar para korban dapat kembali ke rumah dalam kondisi sehat,” ujarnya.
BACA JUGA :di Sini
29 Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat di RS RS Yarsi Tangani 15 Korban, 14 Masih Dirawat
Selain RSIJ, RS Yarsi juga menjadi rujukan utama perawatan korban. Direktur Medis RS Yarsi, dr. Muhammadi, menyampaikan bahwa 15 pasien masih mendapatkan perawatan hingga Sabtu siang. Dari jumlah itu, 14 menjalani rawat inap, sementara satu pasien menjalani perawatan jalan.
Manajer Pelayanan Medis RS Yarsi, dr. Irmadianti, menambahkan bahwa seluruh pasien sudah mendapatkan penanganan cepat dari tim medis. “Doa terbaik kami untuk para siswa dan keluarga yang terdampak,” tuturnya.
Kondisi pasien disebut stabil meski sebagian masih dalam pengawasan intensif. Pihak rumah sakit berkomitmen memberikan perawatan lanjutan hingga seluruh korban benar-benar pulih.
Pasca ledakan, area sekitar SMAN 72 Jakarta dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI dan Polri. Warga yang penasaran sempat memadati lokasi untuk menyaksikan proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.
Ledakan kedua diketahui terjadi beberapa menit setelah ledakan pertama, berasal dari area belakang kantin sekolah. Hingga kini, aparat masih menyelidiki sumber dan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Selain perawatan medis, tim psikologi Polda Metro Jaya turut mendampingi korban dan keluarga untuk memberikan dukungan emosional. Pendampingan ini dilakukan di rumah sakit dan posko darurat guna membantu proses pemulihan mental para korban.
Dengan koordinasi lintas lembaga, pemerintah berharap proses pemulihan korban berjalan cepat dan menyeluruh. Dukungan masyarakat juga terus mengalir, menunjukkan solidaritas terhadap para korban dan keluarga yang terdampak.
BACA JUGA :di Sini