afastbuy, Presiden RI kelima sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, tiba di Madinah, Arab Saudi, Rabu (11/2/2026) siang waktu setempat. Kedatangan Megawati berlangsung setelah menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Princess Noura University di Riyadh.
Dalam perjalanan ini, Megawati didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, beserta istri Nancy Prananda, dan putrinya, Puan Maharani, Ketua DPR RI. Kehadiran keduanya menjadi momen pertama mereka mendampingi Megawati secara bersamaan dalam ibadah umrah.
Rombongan disambut oleh Konsul Jenderal RI Jeddah, Yusron B. Ambary, Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah, dan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi. Sambutan tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah dan partai untuk kelancaran kunjungan spiritual Megawati.
baca juga: PPP Dorong Soliditas Kader Hadapi Pemilu 2029
Ibadah Ziarah dan Salat Sunah di Raudhah
Di Madinah, Megawati dan keluarga akan menunaikan ziarah ke makam Rasulullah SAW serta salat sunah di Raudhah Masjid Nabawi. Menurut Zuhairi, ibadah ini menjadi bentuk napak tilas perjuangan Rasulullah dalam membangun peradaban kemanusiaan.
“Ibu Megawati mengawali ibadah umrah di Masjidil Haram, Mekkah, dengan menziarahi Raudhah dan Masjid Nabawi. Ini momen penting untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban yang beradab,” ujar Zuhairi.
Ia menambahkan, Madinah merupakan kota di mana lahirnya Piagam Madinah. Piagam ini menjadi tonggak sejarah konstitusi modern dan inspirasi bagi para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara Indonesia, termasuk Pancasila. Kehadiran Megawati di Madinah dianggap menegaskan nilai historis dan spiritual bagi bangsa.
Doa untuk Kemajuan Indonesia dan Keluarga PDIP
Selain ibadah pribadi, Megawati dan keluarga juga menyalurkan doa untuk kemajuan Indonesia. Menurut Zuhairi, doa ini mencakup keselamatan bangsa, kemajuan negara, dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Puncaknya, Ibu Megawati dan keluarga akan berdoa untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia Raya, serta untuk Bung Karno, Ibu Fatmawati, Bapak Taufiq Kiemas, keluarga besar PDI Perjuangan, dan seluruh bangsa Indonesia,” kata Zuhairi.
Doa ini sekaligus menjadi refleksi atas tanggung jawab sejarah yang melekat pada pemimpin bangsa. Kehadiran Megawati di kota suci diharapkan memberi energi positif bagi rakyat dan kader partai.
Gelar Doktor Kehormatan Megawati Jadi Momen Keluarga
Sebelum tiba di Madinah, Megawati menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Princess Noura University (PNU) di Riyadh. Gelar ini menambah koleksi akademik Megawati, yang kini telah mengoleksi sebelas gelar kehormatan.
Ahmad Basarah, Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri, menjelaskan bahwa kedua anak Megawati, Prananda dan Puan, tampak bahagia usai prosesi penganugerahan. Keduanya bahkan memberikan kecupan hangat kepada sang ibu sebagai simbol kebahagiaan dan kebanggaan keluarga.
“Mas Nanan dan Mbak Puan terlihat sangat bahagia. Ibadah umrah di Mekkah dan Madinah ini menjadi momen pertama keduanya mendampingi Ibu Megawati secara bersamaan. Ini tentu menjadi peristiwa membahagiakan bagi keluarga besar PDI Perjuangan,” kata Basarah.
Makna Spiritual dan Inspirasi bagi Bangsa
Kunjungan Megawati ke Madinah bukan sekadar ibadah pribadi. Ia menjadi simbol penguatan nilai spiritual yang sejalan dengan kepemimpinan dan tanggung jawab publik. Melalui ibadah dan doa, Megawati menegaskan pentingnya harmoni antara nilai religius dan pembangunan bangsa.
Kehadiran Megawati juga menjadi pengingat akan relevansi sejarah Piagam Madinah bagi kehidupan berbangsa. Nilai keadilan, persatuan, dan kemanusiaan yang diajarkan Rasulullah dianggap sejalan dengan dasar negara Indonesia. Hal ini diharapkan memberi inspirasi bagi generasi muda dan kader partai dalam memadukan kepemimpinan dan spiritualitas.
Selain itu, perjalanan ini memperlihatkan kedekatan keluarga Megawati. Anak-anaknya mendampingi ibu secara langsung, menunjukkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sejarah bangsa.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan agenda ziarah, salat sunah, dan doa untuk bangsa, kunjungan Megawati di Madinah diharapkan memberi energi positif bagi kemajuan Indonesia. Kegiatan ini menjadi inspirasi bahwa kepemimpinan, spiritualitas, dan cinta tanah air dapat berjalan beriringan.
Kedatangan Megawati juga menegaskan peran penting pemimpin dalam menghubungkan sejarah, moral, dan pembangunan bangsa. Melalui kunjungan ini, Megawati berharap seluruh rakyat Indonesia dapat meneladani nilai-nilai luhur, memperkuat persatuan, dan mewujudkan kemajuan yang berkelanjutan.
baca juga: Memanfaatkan kekuatan persatuan nasional – sebuah kekuatan pendorong strategis di era baru.