Jakarta (afastbuy) – Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai Bahlil Lahadalia berpeluang menjadi figur yang lebih disukai masyarakat. Namun demikian, peluang itu sangat ditentukan oleh gaya komunikasinya di ruang publik. Jika pendekatannya lebih santun dan tenang, citranya dinilai bisa semakin positif di mata publik.
Dalam salah satu klip yang viral di TikTok, Bahlil terlihat lebih kalem saat menceritakan perjalanan hidupnya. Ia mengisahkan latar belakangnya sebelum menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Video tersebut kemudian menuai beragam respons warganet. Sebagian besar menilai gaya bicaranya dalam video itu lebih membumi dan mudah diterima.
Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, mengatakan kisah perjuangan hidup Bahlil memang memiliki daya tarik tersendiri. Menurutnya, latar belakang yang penuh tantangan bisa menjadi sumber inspirasi. “Dari ceritanya, perjuangan hidup beliau memang luar biasa. Bisa mencapai posisi politik seperti saat ini tentu menjadi hal yang inspiratif,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
baca juga: Pengakuan Anies di Buka Bersama DPP NasDem
Gaya Komunikasi Bahlil yang Lebih Tenang Dinilai Efektif
Menurut Hensa, publik cenderung menyukai tokoh yang berbicara dengan nada tenang. Sebaliknya, gaya komunikasi yang terlalu keras atau emosional sering kali menimbulkan perdebatan. Oleh sebab itu, ia menilai pendekatan yang santun lebih efektif dalam membangun simpati.
Selain itu, komunikasi yang sederhana membuat pesan lebih mudah dipahami. Dalam konteks politik, kesederhanaan bahasa justru bisa memperluas jangkauan audiens. Dengan kata lain, pesan yang jelas dan tidak berlebihan akan lebih cepat diterima masyarakat.
Hensa juga menekankan pentingnya konsistensi. Jika seorang pejabat mampu menjaga gaya komunikasi yang stabil, kepercayaan publik bisa meningkat. Karena itu, ia melihat perubahan kecil dalam cara berbicara dapat berdampak besar pada persepsi masyarakat.
Antara Inspirasi dan Sentimen Negatif
Lebih lanjut, Hensa menilai Bahlil kerap menceritakan perjuangannya dari nol hingga mencapai posisi penting di pemerintahan. Narasi tersebut sebenarnya kuat dan menyentuh. Banyak masyarakat yang merasa terhubung dengan kisah perjuangan semacam itu.
Namun demikian, ia melihat adanya perbedaan saat Bahlil berbicara dalam forum kebijakan publik. Dalam beberapa kesempatan, gaya komunikasinya dinilai lebih tegas dan keras. Akibatnya, sebagian publik merasa kurang nyaman.
Ketua Umum Partai Golkar itu dinilai sering tampil solutif dalam menjelaskan kebijakan. Meski begitu, cara penyampaian yang terkesan mewakili elite justru memicu kritik. “Saat ini saya melihat cara komunikasinya terlalu mewakili kaum elite,” ujar Hensa.
Perbedaan gaya tersebut kemudian memunculkan sentimen negatif. Di era media sosial, respons publik bisa muncul dengan cepat. Oleh karena itu, setiap pernyataan yang kurang tepat dapat langsung menjadi sorotan luas.
Bahlil Dampak terhadap Citra Politik dan Partai
Menurut Hensa, perubahan gaya komunikasi bisa berdampak langsung pada elektabilitas. Jika Bahlil tampil lebih merakyat, peluang mendapatkan simpati masyarakat akan semakin besar. Selain itu, pendekatan yang empatik juga dinilai mampu meredam kritik.
Ia menambahkan bahwa efek positifnya tidak hanya dirasakan secara pribadi. Partai yang dipimpin Bahlil juga berpotensi mendapatkan keuntungan citra. Dengan komunikasi yang tepat, publik bisa melihat adanya kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.
Dalam konteks politik nasional, komunikasi memang menjadi kunci. Publik tidak hanya menilai isi kebijakan, tetapi juga cara penyampaiannya. Oleh sebab itu, figur publik perlu memperhatikan nada, bahasa, dan ekspresi saat berbicara.
Tantangan di Era Media Sosial
Saat ini, media sosial memainkan peran besar dalam membentuk opini publik. Potongan video singkat bisa memengaruhi persepsi jutaan orang. Karena itu, konsistensi komunikasi menjadi semakin penting.
Di sisi lain, publik juga semakin kritis. Mereka tidak hanya mendengar pesan, tetapi juga menilai sikap dan empati seorang pemimpin. Jika komunikasi terasa jauh dari realitas masyarakat, respons negatif mudah muncul.
Sebaliknya, jika narasi perjuangan disampaikan dengan tulus dan tenang, simpati bisa tumbuh dengan cepat. Hal ini terlihat dari respons positif terhadap video viral tersebut. Banyak warganet yang mengapresiasi sisi personal dan inspiratif Bahlil.
Peluang Membangun Citra yang Lebih Kuat
Pada akhirnya, peluang untuk membangun citra positif masih terbuka lebar. Hensa meyakini bahwa perubahan gaya komunikasi dapat membawa dampak signifikan. Dengan pendekatan yang lebih santun dan merakyat, Bahlil berpotensi memperluas dukungan publik.
Lebih jauh lagi, konsistensi antara narasi perjuangan dan sikap di ruang publik menjadi faktor penentu. Jika keduanya sejalan, kepercayaan masyarakat bisa semakin kuat. Sebaliknya, inkonsistensi justru dapat memperbesar jarak dengan pemilih.
Karena itu, komunikasi politik bukan sekadar soal berbicara. Ia mencerminkan empati, kedekatan, dan kemampuan memahami aspirasi masyarakat. Dengan strategi komunikasi yang tepat, bukan tidak mungkin Bahlil dapat mengambil hati publik sekaligus memperkuat posisi politiknya di masa mendatang.
baca juga: Presiden Prabowo terima 12 CEO perusahaan besar di AS