afastbuy, Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sejumlah pengamat menilai bahwa persatuan nasional menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan internasional. Pengamat politik senior Boni Hargens menyatakan bahwa seruan persatuan yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan kondisi global saat ini.
Menurut Boni, seruan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepentingan politik dalam negeri. Sebaliknya, ajakan untuk memperkuat persatuan nasional juga menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi berbagai tekanan global yang semakin kompleks.
baca juga: Muzani Sebut Indonesia Bisa Keluar BoP, Ini Syaratnya
Persatuan Nasional sebagai Fondasi Stabilitas
Boni Hargens menilai bahwa persatuan nasional merupakan kekuatan fundamental bagi bangsa Indonesia. Tanpa persatuan yang kuat, pemerintah akan menghadapi kesulitan dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang dirancang untuk kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto membutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa. Dukungan tersebut tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat sipil.
Dengan adanya persatuan yang kuat, pemerintah dapat menjalankan berbagai program prioritas secara lebih efektif. Sebaliknya, jika masyarakat terpecah, proses pembangunan dapat terhambat oleh konflik kepentingan dan perdebatan yang tidak produktif.
Oleh karena itu, seruan persatuan yang disampaikan Sufmi Dasco dinilai sebagai langkah yang penting untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga.
Tantangan Geopolitik Global yang Semakin Kompleks
Dalam penilaiannya, Boni juga menyoroti berbagai krisis geopolitik yang saat ini mengguncang dunia. Ia menyebutkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah dan perang antara Rusia dan Ukraina menjadi dua peristiwa besar yang memberikan dampak luas terhadap ekonomi global.
Konflik tersebut tidak hanya memengaruhi negara yang terlibat langsung. Sebaliknya, dampaknya juga dirasakan oleh banyak negara lain, termasuk Indonesia.
Sebagai contoh, ketegangan di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga energi global. Kondisi tersebut berpotensi menekan perekonomian negara berkembang.
Di sisi lain, perang Rusia–Ukraina juga menyebabkan gangguan pada rantai pasok pangan dan energi dunia. Akibatnya, banyak negara mengalami kenaikan inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.
Dalam situasi seperti ini, setiap negara perlu memperkuat ketahanan nasionalnya. Indonesia pun tidak terkecuali.
Dampak Langsung bagi Indonesia
Menurut Boni Hargens, tekanan global tersebut dapat memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia melalui berbagai jalur. Misalnya, fluktuasi harga komoditas di pasar internasional dapat berdampak pada biaya produksi dan harga barang di dalam negeri.
Selain itu, gangguan pada rantai pasok global juga dapat mempengaruhi ketersediaan sejumlah produk penting. Ketidakpastian tersebut membuat pemerintah harus bekerja lebih cepat dan lebih tepat dalam mengambil kebijakan.
Namun demikian, upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan dari masyarakat. Karena itu, persatuan nasional menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi global yang penuh tantangan.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah dapat merespons tekanan global secara lebih efektif dan terkoordinasi.
Peran Aktif Masyarakat Sipil
Boni menegaskan bahwa masyarakat sipil memiliki peran penting dalam mendukung program pembangunan nasional. Dukungan tersebut tidak berarti masyarakat harus menerima semua kebijakan pemerintah tanpa kritik.
Sebaliknya, masyarakat tetap dapat memberikan kritik dan masukan secara konstruktif. Partisipasi yang aktif dan bertanggung jawab justru menjadi bagian penting dalam proses demokrasi.
Ia menjelaskan bahwa dukungan masyarakat sipil dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Misalnya, dengan berkontribusi dalam kegiatan sosial, menjaga stabilitas sosial, serta mendukung program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan partisipasi seperti itu, hubungan antara pemerintah dan masyarakat dapat berjalan secara sehat dan produktif.
Tiga Program Prioritas Pemerintah
Dalam konteks pembangunan nasional, Boni menyebutkan bahwa terdapat beberapa program prioritas yang memerlukan dukungan luas dari masyarakat. Program tersebut antara lain ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik.
Ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga dinilai penting untuk memperkuat konektivitas ekonomi di berbagai daerah.
Sementara itu, sektor pendidikan dan kesehatan juga membutuhkan perhatian serius. Peningkatan kualitas layanan di kedua sektor tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara jangka panjang.
Tanpa dukungan masyarakat, pelaksanaan program-program tersebut akan menghadapi berbagai hambatan.
Seruan Persatuan di Tengah Fragmentasi Sosial
Boni juga menilai bahwa seruan persatuan nasional menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya fragmentasi sosial. Ia menyoroti bagaimana ruang digital dan media sosial sering kali memicu perdebatan yang tajam di masyarakat.
Perbedaan pendapat sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, konflik yang berlebihan dapat melemahkan solidaritas sosial.
Karena itu, ia menilai bahwa masyarakat perlu kembali menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan tertentu.
Seruan persatuan yang disampaikan Sufmi Dasco Ahmad juga menekankan pentingnya kontribusi nyata dari masyarakat sipil. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya berdebat di ruang publik, tetapi juga memberikan sumbangsih konkret bagi pembangunan bangsa.
Dengan persatuan nasional yang kuat, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif. Pada akhirnya, seluruh rakyat Indonesia diharapkan dapat merasakan manfaatnya secara adil dan merata.
baca juga: Sahroni Pastikan Partai NasDem Dorong RUU PPRT Disahkan