afastbuy, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan ucapan selamat melalui surat selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Mojtaba ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya wafat.
Ucapan tersebut disampaikan Megawati saat menerima Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta, pada Selasa (10/3/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga menyerahkan surat pribadi yang berisi ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei. Surat tersebut disampaikan melalui Dubes Iran untuk diteruskan kepada pemimpin baru Republik Islam Iran.
“Ini adalah surat kedua. Saya merasa gembira karena Iran sekarang sudah memiliki pemimpin kembali,” kata Megawati saat menyerahkan surat tersebut kepada Dubes Boroujerdi.
baca juga: Ahmad Sahroni Kembali Aktif di DPR, Sapa Warga
Pertemuan Dihadiri Sejumlah Elite PDI Perjuangan
Pertemuan Megawati dengan Dubes Iran tidak berlangsung secara tertutup sepenuhnya. Sejumlah petinggi PDIP turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut.
Megawati didampingi oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Selain itu hadir pula beberapa tokoh penting partai, termasuk Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, serta Eriko Sotarduga.
Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP, Andi Widjajanto, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Diskusi antara Megawati dan Dubes Iran berlangsung lebih dari satu jam.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas hubungan persahabatan antara Indonesia dan Iran. Mereka juga berbicara mengenai perkembangan situasi politik di Iran setelah pergantian kepemimpinan.
Megawati Sebelumnya Kirim Surat Duka Cita
Sebelum menyampaikan Surat Selamat kepada Mojtaba Khamenei, Megawati lebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Surat duka tersebut dikirim pada 3 Maret 2026 kepada Pemerintah Republik Islam Iran.
Dalam surat tersebut, Megawati menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pemimpin spiritual dan politik Iran tersebut. Ali Khamenei dilaporkan wafat setelah konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Megawati dikenal memiliki hubungan diplomatik yang cukup panjang dengan Iran sejak masa kepemimpinannya sebagai Presiden Indonesia. Oleh karena itu, ia merasa perlu menyampaikan penghormatan secara langsung kepada pemerintah Iran.
Ucapan duka tersebut juga mencerminkan hubungan historis antara tokoh-tokoh politik Indonesia dengan kepemimpinan Iran. Megawati menyebut hubungan itu sebagai bagian dari persahabatan yang telah terjalin lama.
Megawati Tunjukkan Foto Pertemuan dengan Ali Khamenei
Dalam pertemuan dengan Dubes Iran, Megawati juga memperlihatkan sebuah foto lama kepada Boroujerdi. Foto tersebut diambil saat Megawati melakukan kunjungan resmi ke Iran pada 2004.
Dalam foto tersebut, Megawati terlihat bertemu langsung dengan Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Pertemuan tersebut terjadi ketika Megawati masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Megawati menjelaskan bahwa foto tersebut menjadi bukti hubungan persahabatannya dengan pemimpin Iran tersebut. Ia mengenang pertemuan itu sebagai bagian penting dari hubungan diplomatik antara kedua negara.
“Ini bukti bahwa saya memiliki hubungan persahabatan dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei,” ujar Megawati kepada Dubes Iran.
Foto tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari pembicaraan mereka mengenai hubungan historis antara Indonesia dan Iran. Dubes Boroujerdi terlihat menyimak cerita Megawati dengan penuh perhatian.
Pertemuan Ditutup dengan Pertukaran Cenderamata
Setelah berbincang lebih dari satu jam, pertemuan antara Megawati dan Dubes Iran ditutup dengan suasana yang penuh kehangatan. Kedua pihak terlihat saling bertukar pandangan mengenai hubungan bilateral kedua negara.
Sebagai tanda persahabatan, Megawati memberikan cenderamata kepada Dubes Boroujerdi. Hadiah tersebut berupa kemeja tenun ikat khas Bali yang merupakan salah satu produk budaya Indonesia.
Pemberian cenderamata itu disambut dengan senyuman oleh Dubes Iran. Gestur tersebut menjadi simbol hubungan baik yang terus dijaga antara kedua pihak.
Pertemuan ini juga menunjukkan bagaimana hubungan diplomatik tidak hanya dibangun melalui jalur pemerintahan resmi, tetapi juga melalui komunikasi antar tokoh politik dan diplomatik.
Ke depan, hubungan antara Indonesia dan Iran diharapkan tetap terjalin dengan baik. Pergantian kepemimpinan di Iran menjadi momentum baru bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang.
baca juga: Anggota DPR Janji Donasikan Gaji untuk Program Sosial