afastbuy, Jakarta – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menilai bahwa kondisi dunia saat ini berada dalam situasi yang tidak stabil. Menurutnya, ketidakstabilan ini dipicu oleh meningkatnya konflik geopolitik di berbagai kawasan.
Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam seminar bertajuk “Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Dalam forum itu, Megawati menekankan bahwa dunia membutuhkan kembali prinsip-prinsip dasar yang pernah lahir dari Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Selain itu, ia juga menilai bahwa nilai tersebut semakin relevan dalam situasi global saat ini.
baca juga: Megawati dan Dubes Jerman Bahas Krisis Global
Dasa Sila Bandung Masih Sangat Relevan
Lebih lanjut, Megawati menyoroti pentingnya Dasa Sila Bandung sebagai pedoman hubungan internasional. Prinsip ini menekankan kesetaraan, perdamaian, serta penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya bersifat historis. Sebaliknya, nilai itu masih sangat relevan untuk menghadapi tantangan global modern yang semakin kompleks.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa dunia perlu kembali menghidupkan semangat KAA dalam praktik hubungan internasional.
“Dasa Sila Bandung adalah hukum internasional yang diinisiasi Indonesia sebagai benteng kedaulatan dan kemerdekaan bangsa,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menilai bahwa prinsip tersebut dapat menjadi dasar untuk menjaga keseimbangan kekuatan global.
Sorotan terhadap Ketegangan Global
Selanjutnya, Megawati menyoroti berbagai konflik internasional yang terjadi saat ini. Ia menilai bahwa situasi tersebut menunjukkan rapuhnya sistem internasional yang ada.
Sebagai contoh, ia menyebut ketegangan di Venezuela serta konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa stabilitas dunia sedang terganggu.
“Ketika dunia saat ini dihadapkan pada persoalan di Venezuela dan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, maka sistem internasional guncang,” kata Megawati.
Dengan demikian, ia menilai bahwa diperlukan pendekatan baru dalam menjaga perdamaian global.
Pentingnya Kesetaraan Antarbangsa
Di sisi lain, Megawati menekankan kembali pentingnya prinsip kesetaraan antarbangsa. Ia menilai bahwa setiap negara harus diperlakukan secara setara tanpa adanya dominasi kekuatan tertentu.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa semangat Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non-Blok, serta pidato Bung Karno “To Build The World A New” masih sangat relevan hingga saat ini.
Menurutnya, prinsip tersebut dapat menjadi dasar dalam melawan bentuk baru kolonialisme dan imperialisme modern.
Oleh karena itu, ia mendorong agar negara-negara berkembang memperkuat solidaritas global.
Pangkalan Militer Asing Jadi Sorotan
Kemudian, Megawati juga menyoroti keberadaan pangkalan militer asing di sejumlah negara. Ia menilai bahwa hal tersebut dapat berdampak langsung terhadap kedaulatan negara tuan rumah.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan pangkalan militer asing dapat mempercepat terjadinya intervensi dalam konflik internasional. Hal ini, menurutnya, telah terjadi di beberapa wilayah dunia.
Sebagai contoh, ia menyebut kawasan Amerika Latin dan Timur Tengah yang kerap mengalami ketegangan geopolitik.
“Berbagai intervensi kedaulatan suatu negara merdeka dan berdaulat dapat terjadi dengan cepat karena adanya pangkalan militer asing,” ungkapnya.
Dengan demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga independensi setiap negara.
Relevansi Semangat KAA di Era Modern
Lebih jauh lagi, Megawati menekankan bahwa semangat Konferensi Asia Afrika tidak boleh berhenti sebagai bagian dari sejarah. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian.
Selain itu, ia juga menilai bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab moral sebagai salah satu pelopor KAA. Oleh karena itu, Indonesia harus tetap konsisten menyuarakan keadilan global.
Menurutnya, prinsip KAA dapat menjadi fondasi penting dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, damai, dan seimbang.
Di sisi lain, ia juga menilai bahwa dunia saat ini membutuhkan kepemimpinan moral yang mampu menjaga keseimbangan global.
Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
Selanjutnya, Megawati menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam percaturan global. Hal ini karena sejarah Indonesia sebagai salah satu penggagas KAA.
Selain itu, Indonesia juga dikenal memiliki tradisi diplomasi yang mengedepankan perdamaian dan non-intervensi.
Dengan demikian, ia menilai bahwa Indonesia harus terus berperan aktif dalam menciptakan stabilitas dunia.
Lebih jauh, ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan tidak hanya dalam politik luar negeri, tetapi juga dalam kebijakan domestik.
Kesimpulan
Sebagai penutup, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi ketidakstabilan akibat berbagai konflik geopolitik. Oleh karena itu, ia menilai bahwa prinsip Konferensi Asia Afrika harus kembali dijadikan acuan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kesetaraan antarbangsa, bahaya intervensi asing, serta relevansi nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam konteks global modern.
Dengan demikian, ia menegaskan bahwa semangat KAA bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga panduan penting untuk membangun dunia yang lebih damai, adil, dan stabil di masa depan.
baca juga: BPSDM Kemendagri Ingatkan Integritas Usai OTT Kepala Daerah