Jakarta (afastbuy) – Presiden Prabowo Subianto memberikan ucapan ulang tahun kepada seorang mahasiswi yang menyambutnya di Amman, Yordania, Selasa (24/2) waktu setempat.
Tim Media Presiden melaporkan bahwa Presiden Prabowo mendapat sambutan meriah dari diaspora Indonesia di Yordania. Di tengah keramaian, seorang mahasiswi bergumam sedang merayakan ulang tahun.
Mendengar hal itu, Presiden Prabowo langsung bertanya, “Siapa yang ulang tahun?” Mahasiswi bernama Lulu pun menjawab dan berbicara di hadapan Presiden.
Prabowo kemudian menyampaikan ucapan hangat, “Selamat ulang tahun, Lulu. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan bahagia selalu.” Lulu terlihat tersenyum haru dan membalas, “Terima kasih, Pak.”
Momen ini menjadi salah satu interaksi hangat Presiden dengan masyarakat, menunjukkan sisi humanis dalam lawatan resmi.
baca juga: Sahroni DPR Desak Polisi Tetapkan Tersangka Kematian Bocah
Kunjungan Resmi Presiden Prabowo ke Yordania
Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Yordania merupakan lawatan resmi kedua. Lawatan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Yordania.
Fokus utama kerja sama meliputi sektor pendidikan, pertahanan, pertanian, dan berbagai isu strategis di kawasan Timur Tengah. Tahun 2026 menjadi momen penting karena menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Yordania.
Selain agenda resmi, Presiden Prabowo berinteraksi dengan diaspora Indonesia. Sambutan hangat dan interaksi personal, termasuk ucapan ulang tahun untuk Lulu, menunjukkan pendekatan humanis Presiden Prabowo.
Lawatan ini diharapkan memperdalam kerja sama bilateral, memperkuat hubungan diplomatik, dan membahas isu geopolitik global yang relevan dengan kepentingan kedua negara.
Agenda Pertemuan Bilateral dengan Raja Abdullah II
Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Raja Kerajaan Hasyimiah Yordania, Abdullah II ibn Al-Hussein, di Istana Al Husseiniya, Kota Amman, Rabu siang. Pertemuan ini menjadi agenda utama lawatan Presiden pada 24–25 Februari 2026.
Rangkaian agenda mencakup upacara kehormatan pasukan Angkatan Bersenjata Yordania, pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II, serta pertemuan bilateral delegasi kedua negara.
Kedua kepala negara akan menindaklanjuti kerja sama strategis dan membahas isu global, termasuk keamanan regional dan pemulihan pasca-konflik di Timur Tengah.
Pertemuan ini juga menegaskan komitmen kedua negara untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama 75 tahun.
Isu Strategis dan Diplomasi Perdamaian
Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah pemulihan Gaza, Palestina. Indonesia dan Yordania sama-sama menjadi anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.
Kedua negara berupaya menyusun strategi kerja sama untuk mendukung pemulihan sosial, ekonomi, dan pendidikan di Gaza. Diskusi juga mencakup isu keamanan regional dan tahapan pemulihan pasca-konflik.
Selain isu perdamaian, kerja sama bilateral juga meliputi sektor pendidikan. Indonesia dan Yordania berencana meningkatkan pertukaran pelajar, pelatihan guru, dan kolaborasi riset ilmiah.
Sektor pertahanan menjadi bagian penting. Pertemuan bilateral akan membahas peningkatan latihan militer bersama, pertukaran informasi, serta kerja sama dalam teknologi pertahanan.
Di bidang pertanian, kedua negara ingin memperkuat kolaborasi riset, pengembangan varietas unggul, serta pertukaran praktik pertanian berkelanjutan.
Pendekatan Humanis dan Diplomasi Indonesia
Selain agenda resmi, interaksi dengan diaspora menunjukkan pendekatan humanis Presiden Prabowo. Momen ucapan ulang tahun kepada Lulu menjadi simbol kedekatan Presiden dengan masyarakat.
Pendekatan ini sejalan dengan strategi diplomasi Indonesia yang menekankan hubungan bilateral dan peran aktif di forum internasional. Lawatan ke Yordania juga menegaskan posisi Indonesia sebagai mediator dan pendukung perdamaian regional.
Dengan momentum 75 tahun hubungan diplomatik, lawatan ini diharapkan menjadi tonggak penting memperkokoh kerja sama strategis kedua negara di berbagai bidang.
Kesimpulan
Kunjungan Presiden Prabowo ke Yordania memperkuat hubungan strategis Indonesia–Yordania. Agenda resmi, pertemuan bilateral, dan interaksi humanis dengan diaspora menunjukkan diplomasi aktif.
Fokus pada pendidikan, pertahanan, pertanian, dan isu perdamaian menegaskan bahwa hubungan kedua negara lebih dari sekadar diplomasi formal. Momentum 75 tahun hubungan diplomatik menjadi kesempatan strategis memperkuat kemitraan dan menghadapi tantangan global.
Lawatan ini juga menjadi pembelajaran penting bagi diplomasi Indonesia, menunjukkan keseimbangan antara pendekatan humanis dan kebijakan strategis yang berorientasi masa depan.
baca juga: Legislator Surabaya apresiasi transportasi umum Purabaya-Kenpark lewat tol