afastbuy, Jakarta – Suasana penuh semangat dan kekhidmatan menyelimuti Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu pagi, 8 Februari 2026. Ratusan ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) memadati stadion untuk mengikuti Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. Antusiasme warga NU terlihat sejak pagi hari, bahkan sebagian peserta telah tiba di lokasi sejak pukul 05.00 WIB.
Sejak Presiden Prabowo memasuki area stadion, sorak sorai warga langsung menggema. Dari berbagai sudut stadion, terdengar teriakan dukungan yang menyebut nama Prabowo sebagai bagian dari keluarga besar NU. Suasana semakin semarak ketika Presiden naik ke panggung utama untuk menyampaikan pidato di hadapan para Nahdliyin di kota Malang.
baca juga: Cara Unik Gerindra Rayakan HUT ke-18 dengan Aksi Lingkungan
Warga NU Padati Stadion Malang Sejak Subuh Hari
Panitia mencatat jumlah peserta yang hadir mencapai ratusan ribu orang. Lapangan utama dan tribun stadion terisi penuh oleh warga NU yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya. Mereka datang berbondong-bondong untuk mengikuti rangkaian doa bersama dalam rangka satu abad Nahdlatul Ulama.
Sejumlah peserta mengaku berangkat sejak dini hari agar dapat mengikuti acara dengan khusyuk. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi salah satu daya tarik utama acara tersebut. Selain itu, Mujahadah Kubro Satu Abad NU dipandang sebagai momentum spiritual dan kebangsaan yang penting bagi warga NU.
Prabowo Sempat Ingin Persingkat Pidato Di Malang
Dalam sambutan awalnya, Presiden Prabowo mengaku sempat ingin mempersingkat pidatonya. Ia menyampaikan hal itu setelah melihat antusiasme warga NU yang sudah hadir sejak subuh. Prabowo menyebut tidak ingin membuat para peserta terlalu lama berdiri di bawah terik matahari.
“Maaf agak terlalu semangat saya. Kalau di depan rakyat Jawa Timur, apalagi rakyat NU, harus semangat,” kata Prabowo disambut tepuk tangan meriah.
Namun, keinginan tersebut langsung disambut teriakan dari para peserta. Ribuan warga NU secara kompak meminta Prabowo melanjutkan pidatonya. Teriakan nama Prabowo menggema dari tengah lapangan hingga tribun stadion.
Teriakan “Prabowo NU” Menggema di Stadion Malang
Di sela-sela pidato, suasana stadion semakin hidup dengan teriakan dukungan. Warga NU berkali-kali meneriakkan yel-yel “Prabowo, NU” secara serempak. Presiden Prabowo merespons antusiasme tersebut dengan candaan yang mengundang tawa peserta.
“Oh enggak boleh ya? Enggak kepanasan ini? Kalau gitu saya izin minum kopi ya,” ujar Prabowo.
Ucapan tersebut langsung disambut gelak tawa dan sorak sorai warga NU. Melihat respons positif tersebut, Prabowo akhirnya melanjutkan sambutannya dengan lebih panjang.
Apresiasi untuk Kiai, Ulama, dan Warga NU
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kiai, ulama, dan seluruh warga NU. Ia menilai NU memiliki peran besar dalam menjaga kedamaian, persatuan, dan stabilitas nasional sejak awal berdirinya.
“Terima kasih para kiai, para ulama, terima kasih seluruh Nahdliyin, semuanya keluarga besar Nahdlatul Ulama,” ucap Prabowo. Ia menegaskan bahwa NU telah menjadi pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Prabowo menyebut NU sebagai kekuatan moral yang konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia juga mengapresiasi sikap moderat NU yang dinilai mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Prabowo Mengaku Selalu Bahagia di Tengah NU
Presiden Prabowo juga mengungkapkan perasaan pribadinya setiap kali berada di tengah warga NU. Ia mengaku selalu merasakan kebahagiaan dan semangat ketika berada di lingkungan NU. Menurutnya, NU menghadirkan suasana yang sejuk dan penuh persaudaraan.
“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia,” kata Prabowo. Ia menyebut NU sebagai organisasi yang menenangkan dan menyatukan.
Prabowo menilai nilai-nilai NU sangat relevan dengan semangat persatuan nasional. Ia menyebut NU sebagai salah satu kekuatan utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Getaran Persatuan dan Semangat Guyub Nahdliyin
Lebih lanjut, Prabowo mengaku merasakan getaran hati dan semangat persatuan dari warga NU. Ia memuji kekompakan dan sikap guyub para Nahdliyin yang hadir di Stadion Gajayana.
“Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, dan semangat ingin menegakkan kedamaian,” tuturnya. Prabowo menyebut semangat tersebut sebagai fondasi penting bagi masa depan bangsa.
Ia juga menyinggung peran perempuan NU dalam menjaga solidaritas dan kekuatan sosial. Prabowo menyebut kekuatan emak-emak NU sebagai kekuatan yang luar biasa.
“Apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak NU. Luar biasa kekuatan emak-emak ini,” ujar Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan.
NU Beri Keberanian untuk Mengabdi Lebih Besar
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan terima kasih atas undangan menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU. Ia menuturkan bahwa keberadaan NU memberikan dorongan moral yang besar baginya sebagai presiden.
“Setiap kali saya berada di tengah NU, di tengah santri dan santriwati, di tengah kiai dan ulama besar, saya merasa lebih berani,” ujar Prabowo. Ia menyebut keberanian tersebut untuk berbakti, mengabdi, dan membela seluruh rakyat Indonesia.
Prabowo menilai dukungan moral dari NU menjadi energi penting dalam menjalankan amanah pemerintahan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus bekerja demi kepentingan rakyat.
Mujahadah Kubro Satu Abad NU sebagai Momentum Kebangsaan
Mujahadah Kubro Satu Abad NU tidak hanya menjadi acara keagamaan, tetapi juga momentum kebangsaan. Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan kedekatan antara pemerintah dan NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
NU selama ini dikenal memiliki peran strategis dalam menjaga toleransi dan stabilitas sosial. Acara ini juga menjadi simbol kuat hubungan antara ulama dan umara dalam menjaga persatuan bangsa.
Dengan antusiasme warga NU yang begitu besar, Mujahadah Kubro Satu Abad NU dinilai memperkuat pesan persatuan dan optimisme nasional. Kehadiran Presiden Prabowo di tengah ratusan ribu Nahdliyin menjadi penegasan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam menjaga Indonesia yang damai dan bersatu.
baca juga: Sosok Anutin dan Strategi Kemenangan Besarnya di Pemilu Thailand